Kita semua mengetahui setiap anak manusia dilahirkan dengan berbagai macam kesempurnaan dan keistimewaan. Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada setiap orang tua - Meskipun saya belum menjadi orang tua :) - . Berbagai cara dan upaya dilakukan orang tua agar dapat melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Itu yang penulis rasakan dari apa yang di lakukan oleh orang tua saya kepada saya. Rasulullah SAW pun mengajarkan bahwa ada dua hal potensial yang akan mewarnai dan membentuk kepribadian anak yaitu orang tua yang melahirkannya dan lingkungan yang membesarkannya. 

Anak-anak adalah aset berharga yang perlu kita jaga bersama-sama. Karena merekalah yang akan menentukan nasib bangsa ini di kemudian hari. Memang harus menempuh jalan yang sangat panjang. Dan bukan tidak mungkin banyak pertigaan, perempatan, perlimaan atau simpang 5 yang akan membelokan langkah untuk menjadi lebih baik.

Cukup sudah lah, kasus-kasus yang itu melibatkan anak-anak, entah itu sebagai korban maupun sebagai pelaku. Mari dampingi mereka, arahkan jalan mereka, lindungi mereka, dan beri semangat untuk mereka. Mulai dari yang terdekat, anak sendiri (yang sudah punya anak ^_^), saudara, ponakan, dan lain sebagainya. Karena sekali lagi, mereka adalah aset berharga bagi bangsa ini.

Ilustrasi foto : Kegiatan “welcome to ROHIS SMA 2 Semarang”









Problem Tahajud ?

Capee?? No problem, witir aja sebelum tidur, insya allah terhitung,,

Lembur?? No problem, sempatkan waktu 5 menit utk mengambil air wudhu dan witir 1-3 rakaat,,,

Sakit?? No problem,,, Setelah Isya, sempatkan saja untuk witir sebelum tidur,,, Sholat justru membuat sehat kok

Lupa Aktifin Hp dan Alarm? No Problem,, biasakan hp dan alarm selalu di stel sebelum tidur, jika batere habis maka cas lah hp , taruh di jarak yg wajar dgn kita agar bisa bangun

udah bangun tidur lagi? Yups, no problemo juga... Untuk antisipasi hal itu, yuk WITIR sebelum tidur aja,, jadi klo kebablasan tetep deh,,

Aktifitas sampe malam hari??? No problem,, malam itu panjang akh.... apakah antum melaksanakan sholat isya ketika waktu malam? Tentunya iya dong,,, semoga aja gada yg tidak ya, hehehe😁... Setelah isya,, sempetkan lah utk witir, ga usah banyak kok, 1 rakaat so simple n easy???

 Hati terasa berat/keras?? No no problem again,, solusinya introspeksi lah diri antum , mungkin selama ini banyak maksiat dan dosa yg membuat terhalang dari tahajud... Banyaklah tilawah, dzikir dan doa agar bisa kembali kpd keta'atan...

Jika hatimu blm terasa lembut dgn itu, maka berdoalah pd Allah agar HATIMU diganti, krn berarti hatimu sudah berkarat permanen-- Na'udzu billah--


 Ga bisa semua cara diatas ?? Wassalam,,,.cara terakhir perbaiki NIAT antum.... Kutub merupakan sarana yg memudahkan antum dlm ibadah,, bukan pamer tetapi menjadi motivasi tersendiri....Biasakan sebelum tidur berdoa dan niat utk  dimudahkan bangun tahajjud dan usahakan tidur lebih awal...

So,,, masih ada keluhan lain????

Sumber : BC WA


Jalur pantura merupakan salah satu jalan nasional yang sangat ramai dilalui oleh berbagai macam jenis kendaraan, mulai dari kendaraan kelas ringan sampai kendaraan kelas berat. Menghubungkan pulau jawa bagian barat sampai bagian timur, oleh karena itu sudah pastilah banyak daerah yang dilaluinya. 

Dengan banyaknya daerah yang dilalui, kuliner khas daerahpun tersebar disepanjang jalur pantura ini. salahsatu diantaranya adalah nasi Megono. Nasi megono adalah makanan khas dari daerah pantura Jawa Tengah bagian barat. Makanan ini biasa ditemukan dan sangat familiar di daerah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sampai Kabupaten Pemalang. Meskipun lebih identik dengan daerah Kabupaten Pekalongan. khususnya di daerah Batang, di sini hampir sepanjang jalan terdapat warung lesehan sego megono. Nasi Megono terdiri atas nasi yang diatasnya diberikan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa beserta bumbu-bumbu lainnya. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang.

Nasi megono juga biasa disajikan untuk hidangan hajatan sederhana masyarakat setempat, ini pernah saya temui ketika saya KKN di kabupaten Batang. jadi ada sebuah keluarga yang mempunyai hajat, keluarga tersebut membawa satu bakul nasi dan sebaskom megono ke mushola menjelang Sholat maghrib, setelah holat maghrib, barulah hidangan nasi megono disajikan di teras mushola, Penyajiaanya sangatlah sederhana, yaitu dihidangkan memanjang diatas daun pisang, daun pisangnya pun baru saja  dipotong dari kebun sebelah mushola. setelah itu dimakan bersama-sama, kehangatan sebuah kebersamaan masayarakat sangat terasa saat itu.

Jika sobat sedang melakukan perjalanan, dan melalui jalur pantura, ketika sampai di daerah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan atau Kabupaten Pemalang, sempatkan mampir sejenak dilesehan yang menyediakan nasi Megono. salah satu tempat rame yang menyediakan nasi megono yaitu di Alun-Alum Kota Batang.

Baiklah demikianlah sekilas tentang nasi megono, salam Laper.



Tidak dipungkiri seringkali kita terlalu sombong karena kita merasa paling baik diantara yang lain. Bahkan tidak hanya pada satu keahlian, dalam bidang yang tidak kita kuasaipun kita terlalu percaya diri menyebut diri sendiri ahli dalam hal itu.

Merasa tertampar keras ketika membaca sebuah artikel tentang kesederhanaan ini, jagalah Hati kami ya Allah, kami sangatlah kecil dihadapan-Mu,

Selamat membaca

=======================
Salah satu cara untuk mendeteksi dan mengukur kapasitas seseorang (ilmu, pengalaman maupun kebijaksanaannya) adalah dari bahasa dan ungkapan yg digunakan saat berbicara. Konsepnya mudah saja, yaitu : orang bodoh bicara tanpa ilmu, kalangan pembelajar bicara rumit dibungkus sedikit ilmu sedang orang faqih bicaranya sederhana tapi dengan bobot ilmu yg tinggi.

Kekuatan Kesederhanaan
Mari kita lihat kasus untuk menjelaskan kekuatan kesederhanaan dalam berbicara. Pertama, Al Qur’an diturunkan dengan bahasa yg sederhana. Beberapa konsep yg rumit ditamsilkan secara sederhana, sehingga mudah dipahami oleh orang awam, tapi bisa ditangkap oleh kaum cerdik pandai sesuai tingkatan ilmunya sendiri - sendiri. Sayyid Quthb sangat terpesona dengan fenomena ini, dan mengarang sebuTidak di tah kitab khusus, At Tashwirul Fanni fil Qur’an.

Contoh mudah adalah cara Al Qur’an menjelaskan tentang tahap dan proses penciptaan manusia. Bandingkan dengan versinya dokter kandungan, pasti lain kan? Tidak perlu heran, karena Al Qur’an diturunkan oleh Allah Yang Maha Berilmu.
Kedua, Hadits disampaikan dengan bahasa sederhana. Rasulullah menjelaskan banyak hal penting dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Beberapanya disampaikan dengan bentuk tamsil. Seperti penjelasan beliau tentang posisinya sebagai khotamul anbiya, peran fungsinya agar manusia tidak masuk ke api neraka, perumpamaan atas kondisi orang beriman dll.

Tidak perlu heran, karena rasulullah diberi karunia yg kita kenal sebagai Al Jawami’al Kalim. Sebuah mukjizat yg membuat rasulullah berbicara sederhana, ringkas, padat tapi berbobot, penuh ilmu dan kebijaksanaan.

Ketiga, Qoul orang shaleh. Kita ambil contoh langsung, yaitu Imam Syafi’i. Beliau digadang - gadang otaknya lebih tajam dr pedang. Dalam majelisnya, beliau berbicara sampai tingkat rumit dan mendetil hingga orangvyg baru kenal menganggap Imam Syafi’i hanya menguasai cabang ilmu itu saja (spesialisasi). Padahal, dalam sehari, santrinya datang bergilir : pagi majelis ahli qur’an, dhuha majelis ahli hadits, siang majelis ahli fiqih dan seterusnya.
Namun dalam banyak kesempatan, Imam Syafi’i sering merangkai bait syair yg mudah dipahami oleh orang awam sekalipun. Begitulah tabiat orang - orang faqih, bicaranya sederhana dan tidak suka mengumbar dalil, apalagi kopi paste ayat dan hadits. Karena kopi paste ayat dan hadits tidak akan mampu mengubah status orang pandir naik ke maqamnya para ulama.

Sederhanakanlah Bicaramu
Jika suatu saat kita bertemu dengan orang yg bicaranya mutar - muter kesana kemari tapi kosong dari hujjah dan hakikat, maka mudah kita mendeteksi siapa sebenarnya orang itu. Disini, kita perlu merenungi ucapan Ali bin Abu Thalib ra, bahwa “Diam itu perhiasannya orang faqih dan perisainya orang pandir”.

Berbicara dengan sederhana tidak akan menurunkan status dan kehormatan. Sebagaimana tawadhu tidak akan menurunkan derajat. Justru sebaliknya, untuk bisa berbicara dengan sederhana tapi berbobot, prosesnya sangat tidak sederhana. Karena kita harus mengarungi lautan ilmu yg luas serta pahit getir pengalaman hidup agar bisa merangkai ungkapan - ungkapan hikmah.

Seorang aktivis dakwah harus belajar berbicara dengan sederhana. Karena Islam itu sederhana dan mudah dipahami. Teladanilah doa Nabi Musa “Robbisyrohli shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ’uqdatam millisaanii, yafqohu qaulii”

Khatimah
King kobra termasuk jenis ular yg sangat ditakuti, baik didunia satwa dan dunia per-ularan sendiri. Tapi pernahkah melihat dua King Kobra bertarung? Tidak ada jurus patuk, jurus belit dll yg biasa mereka lakukan pada ular dan hewan lainnya. Mereka menari indah dan anggun, lalu salah satu pergi. Kami pernah menyaksikannya di National Geographic Channel. Entah kenapa, saat menonton tayangan itu kami ingat ucapan Ali bin Abu Thalib ra, yaitu “Berbicara dengan orang faqih cukup dengan sindiran, sedang berbicara dengan orang pandir harus dengan penthungan”.


Sekali lagi dapet broadcast yang isinya emmm... cukup mendalam hati ini tertusuk....Uhhh...

==========================

☆ Sunnahnya, setelah bangun tidur membaca doa. Realitanya, mengaktifkan hp & membaca pesan-pesan di dalamnya.

☆ Sunnahnya, engkau mengucapkan "bismillah" sebelum makan. Realitanya, terus melirik hp hingga doa terlupakan.

☆ Sunnahnya, setelah shalat lima waktu zikir dulu. Realitanya, tangan langsung mengambil hp dari saku.

☆ Sunnahnya, melakukan zikir pagi sebelum terbit mentari. Realitanya, sibuk ber-whatsapp ria dengan jari jemari sampai matahari tampak tinggi.

☆ Sunnahnya, berzikir sore di waktu menjelang petang. Realitanya, berselancar di dunia maya hingga malam tampak bintang.

☆ Sunnahnya, saat kajian mencatat faedah ilmiah. Realitanya, sibuk uplod foto hingga taklim selesai sudah.

☆ Sunnahnya, jika ada masalah jadikanlah Allah sebagai tempat tuk curhatan. Realitanya, semua unek-unek dari Alif sampai Ya' ditumpahkan di postingan.

☆ Sunnahnya, suami istri duduk manis berdampingan bertukar obrolan. Realitanya, masing-masing pegang hp adapun pasangan tak dihiraukan.

☆ Sunnahnya, yang semestinya diperbanyak setiap hari adalah baca al-Qur’an. Realitanya, sibuk baca pesan, postingan dan internetan.

☆ Sunnahnya, hati khusyuk dan terfokus ketika membaca kalam ilahi. Realitanya, mengaji sambil menyanding hp hingga pikiran jadi terbagi.

☆ Sunnahnya, sebelum tidur baca doa sesuai tuntunan. Realitanya, asik fesbukan sambil rebahan hingga akhirnya ketiduran. Allahul-musta'aaan.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menghidupkan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Abu Musa al-Atsari


Sumber : Broadcast WA